MENGAPA HATI MEMBATU?
Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).
Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.”
Di antara sebab kerasnya hati adalah:
* Berlebihan dalam berbicara
* Melakukan kemaksiatan atau tidak menunaikan kewajiban
* Terlalu banyak tertawa
* Terlalu banyak makan
* Banyak berbuat dosa
* Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya
Agar hati yang keras menjadi lembut
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”
Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :
* Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya
* Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya
* Banyak berdzikir kepada Allah
* Memperbanyak ketaatan
* Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
* Mengkonsumsi makanan yang halal
* Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
* Sering mendengarkan nasehat
* Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah
* Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
* Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
* Berdoa
* Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri
[diringkas dari al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi]
Tidak mengamalkan ilmu, sebab hati menjadi keras
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Disebabkan tindakan (ahli kitab) membatalkan ikatan perjanjian mereka, maka Kami pun melaknat mereka, dan Kami jadikan keras hati mereka. Mereka menyelewengkan kata-kata (ayat-ayat) dari tempat (makna) yang semestinya, dan mereka juga telah melupakan sebagian besar peringatan yang diberikan kepadanya.” (QS. Al-Maa’idah : 13).
Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa kerasnya hati ini termasuk hukuman paling parah yang menimpa manusia (akibat dosanya). Ayat-ayat dan peringatan tidak lagi bermanfaat baginya. Dia tidak merasa takut melakukan kejelekan, dan tidak terpacu melakukan kebaikan, sehingga petunjuk (ilmu) yang sampai kepadanya bukannya menambah baik justru semakin menambah buruk keadaannya (lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 225)
12 Tanda Hati Yang Mati dan Membatu
1. "Tarkush sholah" Berani meninggalkan sholat fardhu.
2. "Adzdzanbu bil farhi" Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS 7:3)
3. "Karhul Qur'an" Tidak mau membaca bahkan menjauh dengan ayat-ayat Al Qur'an
4. "Hubbul Ma'asyi" terus menerus dalam maksiat
5. "Asikhru" sibuknya hanya mempergunjing, buruk sangka dan merasa dirinya paling suci
6. "Ghodbul Ulamai" sangat benci dengan nasihat baik dan ulama
7. "Qolbul Hajari" Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, siksa kubur dan akhirat
8. "Himmatuhul Buthnu" gilanya pada dunia tanpa peduli halal dan haram
9. "Anaaniyyun" sama sekali masa bodo dengan keadaan orang lain yang memerlukan bantuan
10. "Al Intiqoom" pendendam yang hebat
11. "Al Bukhlu" kikir, pelit, bakhil
12. "Ghodbanuun" cepat marah karena keangkuhan dan dengki
Mudah-mudahan renungan ini bermanfaat..
Wednesday, 10 February 2016
Tuesday, 9 February 2016
Nafsu
Nafsu ibarat air yang yang mengalir ke perahu kita, terlihat jernih dan menyejukan. namun jika kita biarkan mengisi perahu, kita akan tenggelam dan membahayakan.
Mengikuti hawa nafsu memang menyenangkan. karena dia terlihat dengan kemasan yang selalu menarik sehingga membuat hati ini merasa senang.
Memang, tak semua nafsu berdampak negatif ada juga nafsu yang positif. Oleh karenanya nafsu tidak boleh di bunuh sepenuhnya. namun dikendalikan. Sehingga tidak membahayakan.
Kenapa nafsu bisa berbahaya?
Karena jika kita ikuti maunya, tidak akan ada habisnya. lagi dan lagi. dan akan terus menuntutmu lagi.
Semakin kita turuti nafsu, semakin sulit untuk kita kendalikan.
Jika nafsu semakin sulit dikendalikan, dia akan berbalik mengendalikanmu. Seluruh pergerakan dan hatimu akan mengikuti nafsu ketimbang akal.
Karena jika seseorang manusia sudah dikuasai oleh nafsunya, maka sifat kemanusiaannya akan lenyap. akal dan pikirannya tidak berfungsi.
Penglihatan, pendengaran dan hati nurani akan terhalang oleh nafsu yang menguasainya.
Mungkin dia tidak akan terlihat seperti manusia lagi. sifatnya akan berubah seperti binatang yang memang tidak diberikan akal dan pikiran.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (Al A'Raf : 179).
Kunci Sukses Hidup
KUNCI SUKSES HIDUP
Ketika aku bangun pagi dan merenungkan kunci sukses hidup:
- Jendela kamar bilang: Lihat dunia di luar!
- Langit langit kamar berpesan: Bercita-citalah setinggi mungkin!
- Jam dinding berkata: Tiap detik itu berharga!
- Cermin bilang: Berkacalah sebelum bertindak!
- Kalender berbisik: Jangan menunda sampai besok!
- Pintu berteriak: Dorong yang keras, pergi dan berusahalah...!
Tapi.. tiba-tiba...
- Lantai berbisik: Berlutut & Berdoalah, karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA dan berharap pada Allah ...
Jagalah dengan penuh keyakinan;
Jalankanlah dengan keikhlasan; Sempurnakan dengan kesetiaan, maka sesulit apapun kita pasti akan berhasil. Aamiin
Ketika aku bangun pagi dan merenungkan kunci sukses hidup:
- Jendela kamar bilang: Lihat dunia di luar!
- Langit langit kamar berpesan: Bercita-citalah setinggi mungkin!
- Jam dinding berkata: Tiap detik itu berharga!
- Cermin bilang: Berkacalah sebelum bertindak!
- Kalender berbisik: Jangan menunda sampai besok!
- Pintu berteriak: Dorong yang keras, pergi dan berusahalah...!
Tapi.. tiba-tiba...
- Lantai berbisik: Berlutut & Berdoalah, karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA dan berharap pada Allah ...
Jagalah dengan penuh keyakinan;
Jalankanlah dengan keikhlasan; Sempurnakan dengan kesetiaan, maka sesulit apapun kita pasti akan berhasil. Aamiin
Monday, 30 November 2015
Palestina dalam Sejarah Indonesia
#PROKLAMASI, Soekarno-Hatta boleh
saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi
perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat,
Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita
tertolong fengan adanya pengakuan dari tokoh-tokoh Timur Tengah, sehingga
Negara Indonesia bisa berdaulat
Palestina dan Mesir adalah dua
Negara yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia. Dukungan Palestina ini
diwakili oleh Syekh Muhammad Amin AL-Husaini (mufti besar Palestina) secara
terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia. Pada 6 September 1944, Radio Berlin
berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti besar Palestina Amin
Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua)
kepada Alam Islam, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Tidak
hanya itu, bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta
benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.
Seperti dikutip dalam buku “Diploma
Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat
Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata
sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden Pertama RI), M.
Natsir (mantan Perdana Mentri RI), Adam Malik (Mentri Luar Negeri RI ketika
buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution. M. Zein Hassan Lc.
Lt. Sebagai pelauku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal 40, menjelaskan
tentang peran serta opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan
Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikapp.
Tersebutlah sorang Palestina yang
sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia Muhammad Ali Taher. Beliau adalah
seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di
Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan
saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia..”
Demikianlah segelintir atas jasa
Palestina terhadap kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kemudia timbuk pertanyaan, Kenapa Palestina mau menolong Indonesia? Jawabannya
hanya satu kata, yaitu Islam. Karena Islam. Karena rakyat Indonesia adalah
komunitas muslim yang sudah dikenal sejak lama. Negara timur tengahpun
mengetahui bahwa di Asia Tenggara terdapat komunitas Muslim yang cukup besar,
sehingga mereka tergugah untuk ikut andil membantu perjuangan saudara mereka
seiman. Sebagaimana Indonesia dikenal sebagai Negara melayu yang berpegang pada
ajaran Rasulullah SAW. Kedekatan iman inilah yang mengikat hati rakyat
Palestina untuk mau menolong rakyat Indonesia pada saat itu. Kenyataan itu sekarang
malah berbalik memedihkan. Ketika rakyat
Indonesia hanya diam melihat saudara-saudaranya dibantai di tanah kelahiran
mereka sendiri. Sungguh ironis, ketika dahulu bangsa kita yang ditindas oleh
penjajah Belanda ditolong oleh sebuah bangsa yang tidak ada kedekatan
geografis, politis atau hubungan apapun yang kemudian dengan rela menolong
bangsa Indonesia yang baru merdeka tersebut.
Saturday, 21 November 2015
Totalitas Perjuangan
Totalitas Perjuangan
Mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan
Setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah akan memberi saksi pengorbanan
.........
Allah adalah tujuan kami Rasulullah teladan kami
Al-Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi
Ikhwah fillah, dalam mengarungi samudera dakwah ini, satu hal yang pasti adalah banyaknya ujian dan cobaan yang seakan tidak akan pernah berhenti mengiringi setiap jejak langkah ini. Ada juga bisikan-bisikan, yang mengajak kita berhenti dan mundur dari jalan ini atau bahkan berbalik menyerang jalan dakwah ini.
Seperti inilah dakwah. Inilah yang dahulu dirasakan juga oleh Rasulullah dan para sahabatnya di masa-masa awal kedatangan Islam. Penyiksaan. Pembunuhan. Boikot. Cacian dan makian. Setiap hari setiap kali mengiringi jalan dakwah Islam.
Namun, itu semua tidak membuat langkah terhenti, tidak membuat berbalik dan memilih untuk kembali, meski mereka disiksa, meski keluarga mereka dibunuh di hadapan mereka, meski mereka harus mengalami cacian, hujatan, dan fitnah yang menyiksa batin, mereka tetap berada dalam dakwah Islam.
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari awal dakwah Rasulullah, sehingga melahirkan totalitas yang tinggi dalam dakwahnya dan membuat para sahabat memiliki totalitas yang sama dalam mempertahankan agama dan keyakinannya.
Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan.
Inilah yang dilakukan oleh Muhammad Saw sebelum beliau diutus oleh Allah, dan oleh Nabi-Nabi sebelum beliau, yakni tahannuts atau melakukan penyendirian, merenung dan memikirkan permasalahan di sekitar atau di lingkungan mereka. Proses perenungan ini yang kemudian melahirkan kepekaan yang tinggi dan semangat untuk mengubah keadaan suatu kaum. Proses ini juga melahirkan kekuatan ruhiyah yang tinggi yang dibutuhkan setiap aktivis dakwah dalam agenda-agenda dakwah dan tarbiyahnya.
Ya! Inilah hakikat dakwah itu sendiri, yaitu memperbaiki diri dan umat. Untuk itu kita harus melakukan proses perenungan terhadap berbagai masalah umat ini, mulai dari masalah anak-anak sampai dewasa dan orang tua, tergantung lahan dakwah masing-masing.
Lihatlah kondisi lingkungan kita, di masyarakat atau tetangga misalnya, banyak remaja pengangguran, perokok, peminum, kekerasan rumah tangga, dll, lihatlah mereka sebagai kesempatan untuk mendapat banyak pahala, bukan halangan atau ancaman. Karena mereka adalah mad’u kita di masyarakat, kantong-kantong pahala kita di akhirat.
Melanjutkan generasi dan kaderisasi sebelumnya
Seorang akh ditanya tentang totalitas, apa yang membuat dirinya bisa total dalam dakwah. Kemudian, jawabnya adalah karena saya adalah produk kaderisasi dakwah ini, maka saya juga harus melanjutkan kaderisasi dakwah ini.
Keinginan untuk melanjutkan cita-cita dan visi generasi sebelumnya adalah tabiat dan jalan dakwah yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul.
Kita tentunya pernah mendapatkan atau melalui proses ini, saat sekolah, kuliah bahkan saat kerja dan menjelang pensiun pun, kita tentu mendapatkannya. Dakwah adalah proses perbaikan secara terus menerus, sambung menyambung dari berbagai generasi, jika satu rantai terputus, akan sulit untuk mencapai cita-cita dakwah ini. Maka diperlukan regenerasi. Dan saat inilah, kitalah yang akan menyambungnya, menjadi bagian dari alur kemenangan dakwah ini.
Menciptakan lingkungan pendukung sebagai perisai dakwah
Abu Bakar Ash-Shidiq, Abdurrahman bin auf, bilal bin rabah, Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thalib, dan sahabat-sahabat lainnya di masa awal dakwah Islam menjadi pendukung dan perisai terbaik dalam dakwah Islam di masa itu. Berbagai karakter, keahlian dan kekuatan mereka telah mampu menyebarkan dan memberikan kekuatan dalam dakwah Islam.
Dakwah di era sekarang pun, kita harus memiliki lingkungan atau teman yang saling menguatkan, dengan karakter-karakter yang berbeda.
Ketika kita butuh semangat untuk menghafal Qur’an, maka kita butuh seorang teman penghafal Qur’an. Ketika kita butuh semangat dalam dakwah ini, maka perbanyaklah teman yang memiliki semangat yang tinggi dalam agenda-agenda dakwah ini. Teman yang tidak hanya kuat secara ruhiyah tetapi juga secara jasadiyah. Kita butuh perisai dan pendukung agar dakwah ini mampu menyebar dan menghasilkan manusia-manusia yang Islam tersemai kuat di hatinya. Dan sebaik-baik pelindung adalah Allah swt.
Karena kita adalah dai sebelum menjadi apapun!
Karena kita adalah umat terbaik di setiap lembar kehidupan!
Karena kita adalah pemain bukan penonton!
Dan karena kita berada dalam rombongan para pejuang!
Dakwah tak anak mati, tapi kita akan mati
Kita akan mati sebagai pengemban Dakwah atau Mati sebagai beban bagi Dakwah?
Bergerak, dan terus bergerak, untuk kebangkitan Dakwah
Friday, 9 October 2015
Ceritaku dengan ROHIS
Aku dan
ROHIS SMA N Kerjo
Assalamualaikum wr. wb
Bingung mau mulai dari mana
cerita ini, tapi pertama-tama perkenalkan namaku Iqbal Raya Fareza untuk
penjelasan nama lebih lengkap lagi bisa dibaca di artikel kemarin-kemarin yang
ku poskan :D . Nah kita mulai saja kalau gitu Aku dan ROHIS SMA N Kerjo.
Innsya Allah cerita ini di mulai
saat aku masih kelas 10 SMA di SMA N Kerjo tahun 2012. Awal mula kenal nama
ROHIS mungkin itu dimulai pada saat Open Recruitment pada waktu kalau gak salah
Ramadhan 2012, tapi dari situ ceritaku ikut dengan ROHIS belum dimulai. Waktu Open Recruitment itu gak ada
niat sedikitpun untuk ikut dengan ROHIS walau waktu itu kegiatan ROHIS di
jelaskan kalau kegiatannya menarik tapi tetap pendirian gak mau ikut. Waktu
mulai berjalan mungkin tepatnya setelah lebaran kegiatan pelajaran secara
normal mulai berlangsung, dan kegiatan Pramukapun aktif kembali. Nah singkat
cerita waktu itu kegiatan pramuka itu di hari Jumat kira-kira mulainya jam
14.00 atau tepatnya setelah acara ROHIS. Waktu itu dengan niat mau menghemat
pengeluaran setelah sholat Jumat di Masjid At- Taqwa SMA N Kerjo aku memutuskan
istirahat di sana sambil menanti kegiatan Pramuka nanti. Waktu setelah Jumatan
itu bersama Aby Gunawan teman satu bangku di kelas x.3 yang pada kelas duanya
nanti dialah yang menjadi wakil ketua ROHIS SMA N Kerjo angkatan 2013/2014.
Waktu itu saat kegiatan ROHIS dimulai aku masih duduk di belakang serambi
Ikhwan, nah waktu itu Abylah yang mengajak aku ikut ROHIS awal-awalnya waktu
itu sedikit bingung acara apa ini tau kalau ini acara ROHIS ada niatan untuk
keluar gak mau ikut dengan ROHIS, “baiklah hari ini aku ikut gak apa-apa tapi
minggu depan aku gak akan ikut lagi” itu adalah apa yang ada dibenakku. Pada
waktu itu ada beberapa anak kelas 10 yang hadir, dan yang kuingat dan bertahan
sampai lulus itu ada Aby dan Aldino itu yang kuingat (yang lain maaf aku hanya
ingkat itu saja). Beberapa hari berselang ada pemberitahuan yang di sampaikan
mas MTQ (Muhammad Taufiq Qodri) “bagi nama yang saya sebutkan dibawah ini harap
sepulang sekolah berkumpul di Masjid At Taqwa SMA N Kerjo ......, ......,
.....,” dibenakku mungkin itu panggilan untuk anak kelas 10 yang ikut kegiatan
ROHIS kemarin, nah benerkan namaku kuja dipanggil. Dalam benakku mau ngapain
dipanggil segala. Sepulang sekolah ada niatan untuk gak ikut lebih baik pulang,
tapi ada ajakkan dari Aby untuk ikut perkumpulan itu. Nah di perkumpulan itu
yang tak sampai 15 menittan di jelaskan oleh mas MTQ kalau kita itu yang
dipanggil tadi adalah generasi masa depannya ROHIS. Jumat depan waktu itu walau
gak niat ikut ROHIS tapi aku coba ikut dulu nah kalau gak salah waktu itu juga
ada pengumuman kalau minggu depan ROHIS SMA N Kerjo akan mengadakan LPJ
(Laporan Pertanggung Jawaban), waktu itu ada iuran Rp 2000 untuk iuran LPJ nah
hal lucunya awalannya gak mau iuran tapi kerena semua iuran aku juga ikut
iuran. Jumat depannya LPJ ROHIS, yang ku pikirkan saat itu adalah setelah LPJ
ROHIS aku mungkin gak ikut kegitan ROHIS lagi, nah setelah LPJ ROHIS waktu itu
adalah pemilihan ketua ROHIS dan yang menjadi ketua dan wakil ketua ROHIS SMA N
Kerjo 2012/2013 adalah Trisna Maulana dan Fajar Avani. Berinjak ke beberapa
minggu kemudian kejadian ini sebenrannya aku lupa tepatnya kapan antara sebelum
pelantikan atau setelah pelantikan, kejadiannya waktu itu awalan jadi ketua
Trisna menunjuk aku sebagai MC tapi waktu itu aku bilang belom siap dan yang
jadi MC adalah Aby itulah kejadiannya simple tapi masih teringat dalam benakku
diawal kepemimpinan Trisna. Berinjak ke acara pelantikan ROHIS SMA N Kerjo
2013/2014, yang ku ingat dari acara itu adalah sesi 2 setelah acara pelantikan
acara waktu itu adalah pengumpulan per Divisi dan aku berada di Divisi MEDIS
(Media Islam) tapi sebenranya pada awalannya itu aku lebih berminat pengen ke
Divisi Enterpreneur (Kewirausahaan) mingkin berminat kesitu adalah kelihatannya
seru, tapi balik lagi pas kumpul perDivisi itu di MEDIS ada 3 ikhwan yang kelas
10 Cuma aku sendiri dan yang lainnya kelas 11 kesannya mungkin ini adalah
balasan oleh Allah karena kemarin-kemarin aku menjalani ROHIS
setengah-setengah. Nah yang tak terlupakan dari waktu itu adalah dari Divisi
Medis pulang paling akhir dan mendapat bonus kehujanan, kehujanan dari Kerjo
sampai Jenawi yang pasti basah kuyup. Nah depertemuan ROHIS berikutnya aku
mulai nyaman di ROHIS. Di ROHIS kelas sendiri aku mempunyai sifat buruk setiap
kali ada kegiatan ROHIS yang kelihatannya besar aku tak pernah ikut contohnya
seperti LDK(Dauroh), lotisan, Outbond, dan futsal alasan gak ikut karena males
(untuk yang baca jangan ditiru ya). Dan cerita suka kepada kepala bidang Medis
(tak perlu diceritakan karena hal itu salah dan jangan di ikuti). Berlanjut ke
perjalanan ROHIS kelas 11 SMA, cerita kita mulai dari awalan masuk kelas 11
kenapa dari awal situ sebenarnya saya pernah menjadi seorang anak IPS selama 1
hari tapi pada keesokan harinya saya memilih untuk pindah ke IPA kenapa pilih
pindah alasannya karena bila ada di IPS saya takut bila saya tidak bisa
istiqomah lagi di ROHIS terlebih IPS yang saya tempati itu sungguh luar biasa. Mungkin
niatan dari situlah kenapa saya bisa pindah ke IPA, di IPA awalannya saya harus
mencari bangku sendiri tapi untunglah waktu itu saya di bantu oleh Muhammad
Dicky Pratama (yang nantinya menjadi ketua ROHIS 2013/2014) nah kenapa dia
membantu padahal selama di ROHIS kami jarang menyapa mungkin baru dari sini
kita mulai menyapa mungkin rasa solidaritas sesama anggota ROHIS. Kita mulai
dari Open Recruitment 2013 waktu itu mungkin adalah sebuah ujian bagi saya apa
saya masih ada niat di ROHIS atau tidak, karena apa pada waktu itu semua teman
angkatan ROHIS kelas 11 mendapatkan posisi di kepanitiaan waktu itu entah jadi
dokumentasi, Tilawah, Mc, Ketua Panitia tapi saya yang tidak medapat posisi
tapi pada akhirnya saya memilih bertahan dan malam sebelum Open Recruitment itu
adalah saya pertama kali merasakan tidur di SMA N Kerjo ajakn tidur di SMA
tersendiri itu dari Dicky yang mengajak dan ajakan dari ROHIS kelas 12 ajakan
untuk ikut Mabit keesokan harinya Open Recruitment berjalan dengan lancar walau
bantuan saya tak begitu besar tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Berlanjut
ke LPJ kepengurusan ROHIS SMA N Kerjo 2012/2013, LPJ berjalan lancar dan
berlanjut kepemilihan ketua ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014 dari kurang lebih 9
ikhwan ROHIS kelas 11 muncul 2 kanidat ketua ROHIS yaitu Dicky dan Aby 2 orang
teman yang ku kenal, berbicara sedikit tentang Aby sebenarnya waktu kelas 10
aku sangat iri kepada dia karena dia itu seperti di anak emaskan pada waktu itu,
kembali kepemilihan ketua dan akhirnya yang menjadi ketua dan wakil ketua ROHIS
SMA N Kerjo 2013/2014 adalah Dicky sebagai ketua dan Aby sebagai wakil. Setelah
Pemilihan adalah Pelantikan tapi jarak antara pemilihan dan pelantikan cukup
jauh alasannya tidak bisa saya beritahu. Pelantikan ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014
di pelantikan kali ini saya emang tidak menjadi pengurus tapi saya cukup bangga
tidak menjadi pengurus kenapa karena seorang pengurus itu belum tentu lebih
baik dari anggotanya, saya lebih suka berbuat banyak di Medis lewat jadi
anggota dan belom tentu nama yang terpampang di papan pengurus itu mereka bisa
terus ingat dengan ROHIS. Di kelas 11 ini aku mulai memperbaiki diri dari yang
dulu jarang aktif di kegiatan besar ROHIS tapi sekarang aku mulai aktif. Singkat
cerita aku akan lebih bercita tentang beberapa hal yang menurutku masih selalu
teringat salah satunya adalah pembuatan buletin Februari pada waktu itu di
untuk membuat buletin sendiri walau belum bisa tercetak tapi pengorbanan untuk
membuat mencetak buletin itu sangat besar aku dan Dicky sendiri harus menempuh
Kerjo-Jambangan-Kerjo-Karanganyar-Kerjo walaupun hasilnya nihil tapi perjuangan
itu selalu kuingat dan keesokan harinya 14 Februari Valentine berhasil dicegah
dengan hujan abu gunung kelud. Yang berikutnya yang masih terkenang adalah saat
IHSD (International Hijab Solidarity Day) 4 September, kenapa selalu teringat
karena waktu pemasangan malam hari itu yang membuat terkenang karena malam itu
aku bersama mas Nanang (Ketua ROHIS kalau gak salah 2010/2011) malam-malam
setelah memasang mmt IHSD ternyata sepeda mas Nanang kehabisan bensin dan pada
malam hari harus mendorong sepeda di sekitar alas karet dan di dekat kuburan
sungguh pengalaman yang masih teringat rasanya. Pada tahun itu juga aku mulai
hal-hal baru mulai ku jalankan seperti sebagai admin blog milik ROHIS SMA N
Kerjo www.rohissmanegerikerjo.blogspot.com
ada yang menarik dari menguploadan artikel di blog itu yang menarik itu adalah
aku tak pernah mengunakan Modem tapi aku lebih menggunakan wifi gratisan (cari
hemat). Kalau di bilang masa itu adalah yang paling berjasa dalam membantu
adalah leptop milik ku ini kenapa? Karena semua pendukung media yang ada di
ROHIS biasanya di dukung lewat leptop ini dari desain buletin dan lain-lain
yang menarik dari leptop ini adalah dulu awalan beli leptop ini aku sering
sekali dalam doaku kepada Allah aku meminta leptop agar memudahkan ROHIS suatua
saat nanti jadi yang baca ini kalau minta sesuatu itu mintalah kepada Allah
dengan tulus ikhlas. Nah di ROHIS sendiri aku lebih sering di suruh bikin vidio dari vidiio
profil atau vidio apa (vidio hasil yangku buat bisa di lihat di youtube.com
share saja ROHIS SMA N Kerjo) tapi impian dari membuat vidio ini sendiri adalah
ROHIS berani membuat vidio pendek (minimal 5 Menit) yang mempunyai sebuah airti
sendiri keinginan buat vidio sendiri hadir setelah Stady Banding ROHIS SMA N
Kerjo ke JS UGM tapi sayangnya hal itu belum kesampaian karena periode
kepengurusan yang sudah berakhir (semoga yang baca ini berani buat itu). Akhir
pengurusan ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014 diakhiri dengan LPJ dan pemilihan ketua
ROHIS SMA N Kerjo 2014/2015 untuk pemilihan kedua ini saya tak bisa komen.
Mungkin ini akhir cerita singkat ini “Aku dan ROHIS SMA N Kerjo” lain kali akan
ku sambung dengan tambahan cerita setelah aku masuk kelas 12 SMA dan ROHIS.
Alasanku sendiri kenapa tulis cerita ini adalah Cuma mengingatkan kepada
adik-adik ROHIS yang baca ini agar kalian terus bersemangat melanjutkan
perjuangan ini entah itu kalian dalam posisi Pengurus Harian atau anggota
karena apa kadang-kadang masa-masa setelah lulus SMA dan bergabung dengan
KARISMANKER (Kesatuan Alumni ROHIS SMA N Kerjoo) memang mendapat petualangan
baru dalam berdakwah tapi aku sendiri masih merindukan hari jumat setelah
jumatan ikut kajian ROHIS ada sambutan ketua dari Dicky dan aku juga merindukan
masa-masa di ROHIS dulu untuk adik-adik jangan sia-siakan masa ROHIS kalian
karena masa itu akan selalu kalian kenang sampai kapanpun itu. #AkuAnakROHIS
ROHIS!!!!... Dimanapun kita tetap Allahuhuakbar!!!!...
ROHIS!!!!... Dimanapun kita tetap Allahuhuakbar!!!!...
Sunday, 13 September 2015
Iqbal Raya Fareza dan Mimpi yang Menunggu
Pelangi dan
Mimpi
Ketika Mimpimu Yang begitu Indah Tak Pernah terwujud Ya
Sudahlah...
Mungkin itu kata bila sebuah
impian yang tersusun rapi belum terwujud Ya.. Sudahlah..
Kalau dibilang impian, tahun ini
2015 merupakan tahun dimana impian secara nyata ingin ku wujudkan. Impian dari
diriku sendiri adalah menjadi seorang perencana Kota, untuk sampai kesitu aku
harus kuliah dulu tapi untuk sampai kesitu emang berat seperti apa yang ku
ketahui “Semakin dekat kita dengan impian kita, maka semakin banyak rintangan
yang diberikan Allah untuk kita, Allah hanya ingin mengetes seberapa
sungguh-sungguh kita dalam meraih Impian kita...”. langsung saja gini ceritanya
lulus SMA mau kemana? Kalau SMA itu hubungannya pasti Kuliah, saat kuliahpun
pasti ada jurusan yang kita inginkan nah.. dari situ jurusan kuinginkan itu
adalah Jurusan Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota) bermimpi ingin menjadi
cah Teknik :D di perjuangan awal SNMPTN 2015 waktu itu aku ambil di UNDIP
Jurusan PWK dan THP (Teknologi Hasil Perikanan) singkat cerita pada waktu itu
aku lebih ingin masik PWKnya bukan THP, dalam perasaan nyesek kog aku ambil THP
ya.. aku anak gunung kog ambil Perikanan aneh banget.. setiap selesai Sholat
do’a terbesar itu bisa masuk PWK jagan sampai masuk THP, dari pada masuk THP
lebih baik aku gagal SNMPTN 2015.. nah pas pengumuman hasil SNMPTN hasilnyapun
maaf anda GAGAL :D sakit rasanya gagal di start awal. Lanjut keperjuangan
berikutnya sedih gak boleh berlarut-larut Impian jalan terus, perjuangan kedua
kali ini di SBMPTN 2015 tes tulis aku sudah berusaha dengan sebaik-baiknya
berusaha memberikan yang terbaik yang dipilih kali ini UNDIP jurusan PWK dan di
UB (Universitas Brawijaya) jurusan PWK dan THP, kali ini beda kenapa berani
ambil THP lagi karen... UB itu di dataran tinggi Malang jadi nyamanlah seperti
hawa rumah sendiri.. Tes SBMPTN yang harus di diingat jangan lupa ke kamar
mandi sebelum tes itu pengalaman pribadi dari SBMPTN 2015 ini. Langsung lanjut
ke Pengumuman hasil SBMPTN dan ahasilnya adalah Maaf anda Gagal.. GAGAL Lagi..
. oke semangat belum berakhir kali ini berlanjut ke SM UNS 2015 (Seleksi
Mandiri UNS 2015) itu SM ini memakai poin atau nilau SBMPTN sebenarnya SM ini
kaya judi kenapa karena nilai SBMPTN saja kita udah tidak menentu masak harus
di adu lagi dengan nilai itu kali ini di UNS aku ambil PWK lagi :D masih
meneruskan impian dan pilihan berikutnya ambil MIPA Biologi entah dalam
motivasi apa ambil MIPA Biologi. Nah dalam pengumumannya seperti yang di tebaik
GAGAL!!!!!! Pesimis mulai menyelimuti apa tahun ini bisa kuliah?? Kali ini ke
perjuangan akhir SPMU UNNES Semarang, entah kenakan ambil UNNES padahal
kemarin-kemarin cari info tentang UM UNDIP. Di UNNES kali ini yang aku ambil
sendiri sedikit ngawur kaya Cuma buang-buang uang pilihan pertama ambil Teknik
Arsitektur dan di pilihan kedua ambil Teknik Kimia entah darimana ambil jurusan
itu.. langsung saja untuk tes di UNNES cukup lancar, dan gak bisa diceritakan
secara detail karena panjang.. :D langsung saja di pengumumanpun klihatannya
Allah belum mengizinkan aku kuliah tahun ini.. sedih tentu ada..
Canda Tawa selalu ku berikan
untuk menghiasi hariku
Menutupi luka yang menusuk hati
ini..
Tapi yakinlah aku tak sekuat itu
Aku tak setangguh itu menerima
luka ini..
Tapi yang selalu membuatku kuat
Membuatku tangguh
Adalah..
Keyakinan akan Allah yang akan
Selalu ada untukku
Untuk menyacapi semua impian
ini..
Tapi ketahuilah inilah cara dari
Allah
untuk menguji seberapa
sungguh-sungguh kita akan meraih impian ini
intinya aku tak sekuat itu menghadapi kegagalan ini..
Tapi penyesalan ini tak boleh berlarut-larut “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya
Allah)! Maha Suci Engkau (dari pada melakukan aniaya. Tolonglah aku)!
Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” (QS
Al-Anbiya’ : 87) “.... bisa jadi kenyataan hari esok adalah impian kita hari
ini..” –Hasan Al Banna- dari situlah aku ingin terus melanjutkan mimpiku ini
walaupun perjuanganku harus sampai tahun depan karena tidak ada yang instan
dalam meraih sebuah mimpi “seseorang
tanpa tujuan yang jelas, tidak akan pernah maju sekalipun berada dijalan
yang mulus” dari situ aku berusaha memposisikan diri dari seorang pemimpi besar
menjadi seorang Penjelajah Besar yang akan menjelajah dunia ini lewat semua
mimpi yang di 5 cm di depan mata kita.. “YAKIN gak yakin, kita harus YAKIN
Karena Allah telah menciptakan kita dari benih pemenang, kita pernah
mengalahkan 300 juta pesaing. Proses terbentuknya sebuah kehidupan, dimulai
dari bertemunya sel sperma dengan sel telur. Pada saat sel sperma keluar, jumlahnya
bisa mencapai 300 juta. Saat itu terjadi kompetisi yang sangat ketat, karena
dari 300 juta sel sperma tersebut hanya 1 sel yang bisa membuahu sel telur.
Untuk bisa lahir di dunia ini, kamu telah membuktikkan bahwa kamu adalah yang
terbaik di antara 300 juta pesaing......” jangan Cuma berani bermimpi tapi kita
harus berani gagal.. Bermimpi untuk meraih impian itu mudah tapi gagalnya itu
sulit untuk dilupakan.. 5x sudah gagal di tahun ini 2015, innsya Allah tahun
depan dengan keyakinan yang besar aku Iqbal Raya Fareza akan ada hal besar yang
akan menunggu di tahun 2016 untuk di capai “Beranilah bermimpi besar dan lebih
berani lagi untuk mewujudkannya, karena sungguh lebih besar rencana Allah untuk
setiap mimpi kita” intinya kawan jangan Cuma dihayati tulisanku dibagian atas
tapi cobalah hayati semuanya sampai akhir tulisanku.. :D salam Penjelajah
Besar.. Wednesday, 22 July 2015
Tere Liye
Tere Liye, penulis yang
karya-karyanya pasti sangat dirindukan. Novel Rindu hadir seakan menjawab
kerinduan itu. Novel Rindu, yang di dalamnya terdapat kisah akan masa lalu,
kebencian, takdir, cinta sejati, dan kemunafikan.
Bulan syawal seharusnya menjadi
bulan dimana keluarga bisa saling berkumpul dengan suasana hangat. Namun, lain
hal dengan Novel Rindu, bulan syawal menjadi bulan yang penuh dengan
kesibukan. 9 syawal 1357 H – bertepatan
dengan tanggal 1 Desember 1938 M menjadi awal sebuah pejalanan besar.
Menilik dari judul, Rindu,
mungkin yang terbayang adalah rasa rindu pada seorang kekasih atau pada orang
yang kita cintai. Justru lebih dari itu. Rindu ini, menceritakan akan sebuah
kerinduan akan panggilan untuk menggenapkan rukun islam.
Gemuruh air laut seakan kalah
dengan raungan peluit angin dari sesuatu yang hendak merapat yaitu sebuah kapal
uap. Kapal uap kargo ini memiliki ukuran panjang 136 meter dan lebar meter.
Kapal ini bertuliskan Blitar Holland di lambung kapalnya. Kedatangan kapal ini
bukan tanpa tujuan. Ia datang selain membawa kargo, tapi juga memiliki tugas
mulia yaitu mengantarkan jamaah menuju tanah suci Mekkah.
Dalam novel ini, tokoh yang
pertama kali dikenalkan adalah Daeng Adipati. Pedagang dari Makassar yang kaya
raya, masih muda, dan berperangai baik. Ditemani istri dan kedua orang anaknya,
Anna dan Elsa tak lupa pembantu yang setia menemani.
Hal yang senada juga dirasakan
oleh Ahmad Karaeng. Ulama masyhur di Makassar yang masih memiliki darah keturunan
raja Gowa pertama yang masuk islam, Sultan Alauddin. Perawakan fisik dan
pribadi yang baik begitu disegani menambah kesan sempurna yang melekat pada Gurutta-sapaan Ahmad Karaeng.
Ambo Uleng, sosok yang muncul
dengan hati yang berbeda. Disaat yang lain suka cita dalam perjalanan ini, ia
datang dengan segudang kegalauan. Ia datang untuk melamar pekerjaan menjadi
kelasi di Blitar Holland. Bukan untuk pergi ibadah haji, bukan juga untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, untuk meninggalkan sesuatu. “Aku hanya
ingin meninggalkan semua, kaptem.” Hal:33
Bonda Upe yang memiliki masa lalu
yang kelam sebagai cabo. Berawal dari kekalahan ayahnya dalam berjudi yang
notabene ayahnya adalah penjudi kambuhan. Suatu ketika ayahnya membuat
kesalahan yang fatal, yaitu menjadikan Ling-Ling-nama kecil Bonda Upe- sebagai
taruhannya. Akhirnya Ling-Ling dijemput paksa dan dibawa ke Macau Po- tempat
pelacuran kelas atas di Batavia.
Masa lalu yang kelam mungkin
dialami oleh sebagian orang. Namun, ada ibroh yang bisa kita ambil. Masa lalu
sudah menjadi bagian dari hidup kita, lantas kita bukan lari dari masa lalu,
bukan juga untuk dilupakan. Namun, berikan tempat terbaik dan biarkan waktu
yang memudarkannya.
Kebencian sering kita alami
ketika seseorang berbuat terlampau batas. Begitupu yang dirasakan Daeng
Adipati. kebencian kepada ayahnya begitu besar. Ayah yang seharusnya mengayomi
keluarga, malah berlaku kasar kepada keluarga. Itulah yang dirasakan Daeng.
Ironi memang ketika kita membenci seseorang yang seharusnya kita sayangi.
Tak sedap jika sebuah novel tidak
mengulik romansa cinta yang indah. Semua itu tergambar dalam sosok Mbah Kakung
Slamet dan Mbah Putri Slamet. Cinta yang mereka hadirkan begitu indah, membuat
iri setiap mata memandang. Tetapi, semua itu seakan sirna ketika Mbah Putri
meninggal dunia. Duka hati yang menyelimuti Mbah Kakung. Tak habis pikir,
bagaimana bisa? Seakan takdir yang ia salahkan. Mengapa tidak ditunda sementara
waktu?
Sejak awal kemunculan Ambo Uleng
memang sudah menyita banyak perhatian pembaca. Pembaca dibuat mereka-reka apa
yang sebenarnya dialami Ambo. Pembaca dibuat penasaran. Namun, baru terkuat
menjelang akhir cerita. Dan muncul sebagai pertanyaa keempat. Pertanyaan yang
diajukan Ambo, apakah cinta sejati itu?
Semasa kecil Ambo pernah menyelamatkan
gadis kecil pemilik kapal. Dan ketika usia 20 tahun, ia melamar pekerjaan
kepada pemilik kapal yang baru saja membeli kapal. Bekerja selama 4 tahun di
keluarga itu, rasa mulai tumbuh. Namun, mereka tak pernah bicara, tak berani
menatap. Kalau berpapasan, mereka menunduk malu. Hal ini bisa kita jadika
teladan bahwasannya cinta tak harus menuruti hawa nafsu yang melanggar
kaidah-kaidah agama
.
Seketika, perasaan Ambo luluh
lantah ketika lamarannya ditolak keluarga. Bukan tanpa alasan. Karena si gadis,
sudak dijodohkan oleh ayahnya dengan murid seorang yang sangat penting di Gowa.
Gurutta, kembali hadir dengan nasihatnya. “Kisah cinta kau, siapa penulisnya?
Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita yang paling sempurna di muka bumi.”
Hal.492. cita sejati pasti akan kembali dengan cara yang mengagumkan yang
terpenting kita sebagai manusia sudah selayaknya memperbaiki diri dan
memantaskan diri.
Thursday, 26 March 2015
Kisah Suami BerIstri 4
Alkisah di suatu tempat ada
seorang laki-laki yang mempunyai 4 istri.. istri yang pertama adalah istri yang
paling cantik diantara istri-istri yang lain, karena kecantikannya sang suami
sering membawa istrinya untuk dipamerkan pada teman-teman dan
keluarga-keluarganya untuk menunjukkan dia bisa punya istri yang sangat cantik.
Istri yang ke 2, adalah istri yang paling sayang pada suaminya. Ia selalu
memasak masakan kesukaan suaminya, demikian si suami juga sangat sayang pada
istri keduanya tersebut. Istri yang ke 3 adalah istri yang sangat perhatian dan
sabar pada suaminya dan jika sang suami sedang ada masalah ia selalu curhat
pada istrinya yang ke 3 ini. Istri yang ke 4, sangat malang nasibnya.. karena
dia mempunyai wajah yang tak begitu cantik, kurus, dekil, maka sang suami tak
pernah memperdulikannya, diberi makan oleh suaminyapun jarang.
Dan waktupun berlalu, pada suatu
hari sang suami tersebut meniggal dunia.. pada saat meniggal dunia hanya 3
istri yang datang ke pemakamnnya, istri yang pertama tidak mau datang ke
pemakamannya, karena sebenarnya ia tak begitu mencintai suaminya. Istri kedua
dia datang kepemakamannya, setelah pulang dari pemakamannya ia lalu menikah
dengan laki-laki lain dan melupakan suaminya. Istri yang ke3, ia menangis di
hari pemakaman suaminya ia merasa sangat kehilangan tapi setelah ia pulang dari
pemakaman, ia melupakan hal tentang kematian suaminya. Dan Istri yang ke4
ternyata, segala sesuatu baik yang berhubungan dengan pemakaman, baik
memandikan, menguburkan dan mendoakan semuanya ditanggung oleh istri ke4. Ia
menangis dan terus mendoakan suaminya. Bahkan hingga akhir hayatnya istri ke 4
pun masih setia menungguinya dikuburan. Hingga istri ke4 tersebut mati dan
dikuburkan disebelah makam suaminya. Ternyata Istri ke4lah yang paling
menayangi sang suami walaupun ia tak pernah diperhatikan.
Apa Esensi dari cerita tersebut?
Sebenarnya cerita tadi adalah sebuah analogi:
1. Istri
1= harta/ Jabatan
Ia selalu kita
bangga-banggakan, kita pamerkan tapi waktu kematian kita itu semua tak akan
berguna dan dibawa mati.
2. Istri
2= Istri sesungguhnya/ pasangan hidup
Ketika kita mati
ia akan mencari pasangan hidup penggantinya.
3. Istri
3= Teman/ Keluarga
Setelah kematian
kita, mereka akan lupa pada kita.
4. Istri
ke 4= AMALAN Kita
Ia selalu kita
abaikan, kita hiraukan, dan tak pernah peduli terhadapnya. Tetapi sesunggunhnya
AMALANlah yang terus kita bawa walaupun kita sudah mati.
Maka dari itu Perbanyaklah Amal
baik, dan jauhi maksiat
Sekian Terimakasih.. tunggu
cerita lainnya di www.2halnama.blogspot.com
atau Follow akun Twitter resmi di @irFareza dan akun Facebook resmi di Iqbal
Raya Fareza
Sunday, 22 March 2015
Iqbal Raya Fareza Perjalanan Hidup
Assalmu’alaikum wr. wb
Perkenalkan nama saya Iqbal Raya
Fareza, lahir pada 19 April 1997 dari sebuah keluarga muda sederhana. Nama
Iqbal Raya Fareza sendiri diberikan orang tua kepada saya, yang mempunyai do’a “Pujangga
Islam Besar Kejayaan” yang mempunyai arti agar saya nanti menjadi seorang anak
Muslim yang membawa kejayaan besar untuk Islam disuatu saat nanti. Saya sendiri
adalah anak pertama dari dua saudara. Di usia 4 tahun saya sendiri harus
tinggal bersama nenek dan kakak, pada saat itu orang tua masih sulit dalam
bekerja. Pada waktu itu Ibu harus bekerja di Jakarta untuk membantu memenuhi
kehidupan keluarga. Sedangkan Ayah saya sendiri pada waktu itu hanya menjadi
seorang tukang ojek yang pada waktu itu masih mendapatkan penghasilan yang
lumayan. Tapi pada saat itu saya lebih melihat waktu itu adalah jaman kesesatan
karena pada waktu itu uang panghasilan Ayah lebih sering beliau gunakan untuk
minum-minuman keras. Hal itu kira-kira sampai saya kelas satu SD atau kira-kira
saya usia 6 tahun. Walau Ibu saya sudah pulang dari Jakarta hal itu kebiasaan
itu masih saja beliau lakukan. Tapi kebiasaan itu berubah setelah pada saat itu
Ayah mendapat utang yang belum bisa beliau bayar, dan pada saat itulah Kakek
membantu Ayah untuk melunasinya dan menyuruh Ayah saya untuk tidak
minum-minuman keras. Dan pada saat itu juga kakak mengajak Ayah saya untuk
menjadi pedagang Sapi, pada waktu itu sendiri kakek saya merupakan seorang
pedagang sapi yang cukup terkenal pada masa itu. Dan akhirnya Ayah saya bisa
mendapatkan penghasilan sendiri yang bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan
menjadi penjual sapi itu sendiri. Untuk pendidikan SD saya sendiri bersekolah
di SD N 01 Seloromo atau dari rumah saya kira-kira jaraknya 10 meter, pada
waktu SD itu saya lebih mengangap bawa pada masa itu saya lebih sering ditindas
oleh teman-teman yang lainnya. Pada waktu SD itu sendiri saya lebih sering
dipalak oleh teman-teman walau pada saat itu uang saku saya Cuma seribu rupiah
dan teman-teman saya uang sakunya mungkin lebih dari saya. Dan uang hasil
palakan itu mereka gunakan untuk membeli Rokok. Masih teringat ucapan Ibu saya
pada waktu itu “Lebih baik kamu berikan uangmu dari pada kamu ikut-ikutan
mereka Merokok” itulah kata-kata yang masih saya ingat sampai saat ini, lebih
baik memberikan uang saya daripada ikut-ikutan melakukan hal itu. Berlanjut ke
masa SMP di masa itu mungkin ceritanya hampir sama pengakuan untuk diri saya
itu ada dari teman-teman kira-kira Cuma 40 % dari teman-teman saat itu, pada
waktu itu juga banyak masih ada teman yang memalak uang saya yang mereka
gunakan untuk membeli minum-minuman keras saya beri tapi saya tidak mau ikut
saya masih teringat ucapan Ibu dulu. Untuk prestasi waktu SMP itu saya Cuma
bisa dapat rengking pada saat UTS saja untuk Ulangan akhir semester saya sering
gagal mendapatkannya. Pada waktu kelas 9 SMP itu saya pernah mendapat peringkat
3 untuk Ulangan akhir semester 1. Dan pada kelas 9 SMP itulah saya mulai
mendapat teman yang mau mengakui kalau say itu ada. Setelah lulus SMP saya
melanjutkan ke SMA yang sebelumnya belum pernah saya dengar yaitu SMA N Kerjo,
pada awalnya saya pengennya melanjutkan ke MAN 1 Sragen sebab itulah saya tak
pernah mendengar nama SMA N Kerjo dan tak pernah terpikirkan melanjutkan sekolah
ke sana. Tapi saya gagal masuk MAN 1 Sragen, dan disaat terakhir itu saya tetap
memaksa melanjutkan sekolah ke Kabupaten Sragen yaitu saya sempat mendaftar di
SMA PGRI Sragen. Tapi Ibu saya lebih menghendaki saya melanjutkan sekolah di SMA
N Kerjo, atas alasan lebih dekat dan itu sekolah Negeri. Walaupun saya teteap
memaksa tapi atas nasihat Ibu itulah saya memilih melanjutkan sekolah di SMA N
Kerjo. Dan benar nasihat Ibuku di SMA N Kerjo inilah saya menemukan sebuah
keluarga yang mengakui adanya saya yaitu Rohis SMA N Kerjo. di Rohis inilah
saya diajari untuk mengembangkan kemampuan saya dalam berbicara atau dalam
desain grafis. Dan di Rohis ini jugalah saya dipertemukan dengan orang-orang
hebat yang banyak membuat pola pikir saya berubah. “Indah Persaudaraan Islam” itu
memang benar Indahnya dan saya merasakannya di Rohis SMA N Kerjo berjuang
bersama untuk menegakkan Islam. Dan untuk prestasi akademik dari kelas 10-12
SMA saya kurang menonjol tapi itu bukanlah masalah karena yang saya yakini itu
bahwa Allah akan selalu membantu hamba-hambanya yang menolong agamanya QS.
Muhammad ayat 7. Dan semua cerita ini tidak akan pernah ada kalau tidak ada Ibu
di sisi saya. Syukron..
Wasalamu’alaikum wr. wbMonday, 16 March 2015
Sayonara #UntukSahabat
Sayonara
Mari semua berteman selamanya
Tak ada yang dapat memisahkan kita
Kita akan bermimpi apa yang terjadi hari esok
Selama kita berjalan dijalan penuh harapan
Mari jalani hidup kita dengan bebas seperti burung
Terbang melintasi langit
Hari ini kita harus mengucapkan selamat tinggal
Sampai hari disaat kita bertemu lagi
Mari kita jaga kebahagian mempercayai satu sama lain
Jauh didalam hati kita
Hari ini kita harus mengucapkan selamat tinggal
Sampai hari disaat kita bertemu lagi
Mungkin itu kata-kata untuk teman-teman Rohis SMA N Kerjo bila saya lalus nanti :D tapi saya akan selalu untuk mereka membantu mereka walau saya tak ada lagi disana.. Rohis Dimanapun kita tetap Allahuakbar....!!!! #UntukSahabat
Subscribe to:
Posts (Atom)










