Sunday, 13 September 2015

Iqbal Raya Fareza dan Mimpi yang Menunggu

Pelangi dan Mimpi

Ketika Mimpimu Yang begitu Indah Tak Pernah terwujud Ya Sudahlah...

Mungkin itu kata bila sebuah impian yang tersusun rapi belum terwujud Ya.. Sudahlah..
Kalau dibilang impian, tahun ini 2015 merupakan tahun dimana impian secara nyata ingin ku wujudkan. Impian dari diriku sendiri adalah menjadi seorang perencana Kota, untuk sampai kesitu aku harus kuliah dulu tapi untuk sampai kesitu emang berat seperti apa yang ku ketahui “Semakin dekat kita dengan impian kita, maka semakin banyak rintangan yang diberikan Allah untuk kita, Allah hanya ingin mengetes seberapa sungguh-sungguh kita dalam meraih Impian kita...”. langsung saja gini ceritanya lulus SMA mau kemana? Kalau SMA itu hubungannya pasti Kuliah, saat kuliahpun pasti ada jurusan yang kita inginkan nah.. dari situ jurusan kuinginkan itu adalah Jurusan Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota) bermimpi ingin menjadi cah Teknik :D di perjuangan awal SNMPTN 2015 waktu itu aku ambil di UNDIP Jurusan PWK dan THP (Teknologi Hasil Perikanan) singkat cerita pada waktu itu aku lebih ingin masik PWKnya bukan THP, dalam perasaan nyesek kog aku ambil THP ya.. aku anak gunung kog ambil Perikanan aneh banget.. setiap selesai Sholat do’a terbesar itu bisa masuk PWK jagan sampai masuk THP, dari pada masuk THP lebih baik aku gagal SNMPTN 2015.. nah pas pengumuman hasil SNMPTN hasilnyapun maaf anda GAGAL :D sakit rasanya gagal di start awal. Lanjut keperjuangan berikutnya sedih gak boleh berlarut-larut Impian jalan terus, perjuangan kedua kali ini di SBMPTN 2015 tes tulis aku sudah berusaha dengan sebaik-baiknya berusaha memberikan yang terbaik yang dipilih kali ini UNDIP jurusan PWK dan di UB (Universitas Brawijaya) jurusan PWK dan THP, kali ini beda kenapa berani ambil THP lagi karen... UB itu di dataran tinggi Malang jadi nyamanlah seperti hawa rumah sendiri.. Tes SBMPTN yang harus di diingat jangan lupa ke kamar mandi sebelum tes itu pengalaman pribadi dari SBMPTN 2015 ini. Langsung lanjut ke Pengumuman hasil SBMPTN dan ahasilnya adalah Maaf anda Gagal.. GAGAL Lagi.. . oke semangat belum berakhir kali ini berlanjut ke SM UNS 2015 (Seleksi Mandiri UNS 2015) itu SM ini memakai poin atau nilau SBMPTN sebenarnya SM ini kaya judi kenapa karena nilai SBMPTN saja kita udah tidak menentu masak harus di adu lagi dengan nilai itu kali ini di UNS aku ambil PWK lagi :D masih meneruskan impian dan pilihan berikutnya ambil MIPA Biologi entah dalam motivasi apa ambil MIPA Biologi. Nah dalam pengumumannya seperti yang di tebaik GAGAL!!!!!! Pesimis mulai menyelimuti apa tahun ini bisa kuliah?? Kali ini ke perjuangan akhir SPMU UNNES Semarang, entah kenakan ambil UNNES padahal kemarin-kemarin cari info tentang UM UNDIP. Di UNNES kali ini yang aku ambil sendiri sedikit ngawur kaya Cuma buang-buang uang pilihan pertama ambil Teknik Arsitektur dan di pilihan kedua ambil Teknik Kimia entah darimana ambil jurusan itu.. langsung saja untuk tes di UNNES cukup lancar, dan gak bisa diceritakan secara detail karena panjang.. :D langsung saja di pengumumanpun klihatannya Allah belum mengizinkan aku kuliah tahun ini.. sedih tentu ada..

Canda Tawa selalu ku berikan untuk menghiasi hariku

Menutupi luka yang menusuk hati ini..

Tapi yakinlah aku tak sekuat itu

Aku tak setangguh itu menerima luka ini..

Tapi yang selalu membuatku kuat

Membuatku tangguh

Adalah..

Keyakinan akan Allah yang akan

Selalu ada untukku

Untuk menyacapi semua impian ini..

Tapi ketahuilah inilah cara dari Allah
untuk menguji seberapa sungguh-sungguh kita akan meraih impian ini
intinya aku tak sekuat itu menghadapi kegagalan ini.. Tapi penyesalan ini tak boleh berlarut-larut “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (dari pada melakukan aniaya. Tolonglah aku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” (QS Al-Anbiya’ : 87) “.... bisa jadi kenyataan hari esok adalah impian kita hari ini..” –Hasan Al Banna- dari situlah aku ingin terus melanjutkan mimpiku ini walaupun perjuanganku harus sampai tahun depan karena tidak ada yang instan dalam meraih sebuah mimpi “seseorang  tanpa tujuan yang jelas, tidak akan pernah maju sekalipun berada dijalan yang mulus” dari situ aku berusaha memposisikan diri dari seorang pemimpi besar menjadi seorang Penjelajah Besar yang akan menjelajah dunia ini lewat semua mimpi yang di 5 cm di depan mata kita.. “YAKIN gak yakin, kita harus YAKIN Karena Allah telah menciptakan kita dari benih pemenang, kita pernah mengalahkan 300 juta pesaing. Proses terbentuknya sebuah kehidupan, dimulai dari bertemunya sel sperma dengan sel telur. Pada saat sel sperma keluar, jumlahnya bisa mencapai 300 juta. Saat itu terjadi kompetisi yang sangat ketat, karena dari 300 juta sel sperma tersebut hanya 1 sel yang bisa membuahu sel telur. Untuk bisa lahir di dunia ini, kamu telah membuktikkan bahwa kamu adalah yang terbaik di antara 300 juta pesaing......” jangan Cuma berani bermimpi tapi kita harus berani gagal.. Bermimpi untuk meraih impian itu mudah tapi gagalnya itu sulit untuk dilupakan.. 5x sudah gagal di tahun ini 2015, innsya Allah tahun depan dengan keyakinan yang besar aku Iqbal Raya Fareza akan ada hal besar yang akan menunggu di tahun 2016 untuk di capai “Beranilah bermimpi besar dan lebih berani lagi untuk mewujudkannya, karena sungguh lebih besar rencana Allah untuk setiap mimpi kita” intinya kawan jangan Cuma dihayati tulisanku dibagian atas tapi cobalah hayati semuanya sampai akhir tulisanku.. :D salam Penjelajah Besar.. 

Wednesday, 22 July 2015

Tere Liye

Tere Liye, penulis yang karya-karyanya pasti sangat dirindukan. Novel Rindu hadir seakan menjawab kerinduan itu. Novel Rindu, yang di dalamnya terdapat kisah akan masa lalu, kebencian, takdir, cinta sejati, dan kemunafikan.

Bulan syawal seharusnya menjadi bulan dimana keluarga bisa saling berkumpul dengan suasana hangat. Namun, lain hal dengan Novel Rindu, bulan syawal menjadi bulan yang penuh dengan kesibukan.  9 syawal 1357 H – bertepatan dengan tanggal 1 Desember 1938 M menjadi awal sebuah pejalanan besar.

Menilik dari judul, Rindu, mungkin yang terbayang adalah rasa rindu pada seorang kekasih atau pada orang yang kita cintai. Justru lebih dari itu. Rindu ini, menceritakan akan sebuah kerinduan akan panggilan untuk menggenapkan rukun islam.

Gemuruh air laut seakan kalah dengan raungan peluit angin dari sesuatu yang hendak merapat yaitu sebuah kapal uap. Kapal uap kargo ini memiliki ukuran panjang 136 meter dan lebar meter. Kapal ini bertuliskan Blitar Holland di lambung kapalnya. Kedatangan kapal ini bukan tanpa tujuan. Ia datang selain membawa kargo, tapi juga memiliki tugas mulia yaitu mengantarkan jamaah menuju tanah suci Mekkah.

Dalam novel ini, tokoh yang pertama kali dikenalkan adalah Daeng Adipati. Pedagang dari Makassar yang kaya raya, masih muda, dan berperangai baik. Ditemani istri dan kedua orang anaknya, Anna dan Elsa tak lupa pembantu yang setia menemani.

Hal yang senada juga dirasakan oleh Ahmad Karaeng. Ulama masyhur di Makassar yang masih memiliki darah keturunan raja Gowa pertama yang masuk islam, Sultan Alauddin. Perawakan fisik dan pribadi yang baik begitu disegani menambah kesan sempurna yang melekat  pada Gurutta-sapaan Ahmad Karaeng.

Ambo Uleng, sosok yang muncul dengan hati yang berbeda. Disaat yang lain suka cita dalam perjalanan ini, ia datang dengan segudang kegalauan. Ia datang untuk melamar pekerjaan menjadi kelasi di Blitar Holland. Bukan untuk pergi ibadah haji, bukan juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, untuk meninggalkan sesuatu. “Aku hanya ingin meninggalkan semua, kaptem.” Hal:33

Bonda Upe yang memiliki masa lalu yang kelam sebagai cabo. Berawal dari kekalahan ayahnya dalam berjudi yang notabene ayahnya adalah penjudi kambuhan. Suatu ketika ayahnya membuat kesalahan yang fatal, yaitu menjadikan Ling-Ling-nama kecil Bonda Upe- sebagai taruhannya. Akhirnya Ling-Ling dijemput paksa dan dibawa ke Macau Po- tempat pelacuran kelas atas di Batavia.

Masa lalu yang kelam mungkin dialami oleh sebagian orang. Namun, ada ibroh yang bisa kita ambil. Masa lalu sudah menjadi bagian dari hidup kita, lantas kita bukan lari dari masa lalu, bukan juga untuk dilupakan. Namun, berikan tempat terbaik dan biarkan waktu yang memudarkannya.

Kebencian sering kita alami ketika seseorang berbuat terlampau batas. Begitupu yang dirasakan Daeng Adipati. kebencian kepada ayahnya begitu besar. Ayah yang seharusnya mengayomi keluarga, malah berlaku kasar kepada keluarga. Itulah yang dirasakan Daeng. Ironi memang ketika kita membenci seseorang yang seharusnya kita sayangi.

Tak sedap jika sebuah novel tidak mengulik romansa cinta yang indah. Semua itu tergambar dalam sosok Mbah Kakung Slamet dan Mbah Putri Slamet. Cinta yang mereka hadirkan begitu indah, membuat iri setiap mata memandang. Tetapi, semua itu seakan sirna ketika Mbah Putri meninggal dunia. Duka hati yang menyelimuti Mbah Kakung. Tak habis pikir, bagaimana bisa? Seakan takdir yang ia salahkan. Mengapa tidak ditunda sementara waktu?

Sejak awal kemunculan Ambo Uleng memang sudah menyita banyak perhatian pembaca. Pembaca dibuat mereka-reka apa yang sebenarnya dialami Ambo. Pembaca dibuat penasaran. Namun, baru terkuat menjelang akhir cerita. Dan muncul sebagai pertanyaa keempat. Pertanyaan yang diajukan Ambo, apakah cinta sejati itu?

Semasa kecil Ambo pernah menyelamatkan gadis kecil pemilik kapal. Dan ketika usia 20 tahun, ia melamar pekerjaan kepada pemilik kapal yang baru saja membeli kapal. Bekerja selama 4 tahun di keluarga itu, rasa mulai tumbuh. Namun, mereka tak pernah bicara, tak berani menatap. Kalau berpapasan, mereka menunduk malu. Hal ini bisa kita jadika teladan bahwasannya cinta tak harus menuruti hawa nafsu yang melanggar kaidah-kaidah agama
.
Seketika, perasaan Ambo luluh lantah ketika lamarannya ditolak keluarga. Bukan tanpa alasan. Karena si gadis, sudak dijodohkan oleh ayahnya dengan murid seorang yang sangat penting di Gowa. Gurutta, kembali hadir dengan nasihatnya. “Kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita yang paling sempurna di muka bumi.” Hal.492. cita sejati pasti akan kembali dengan cara yang mengagumkan yang terpenting kita sebagai manusia sudah selayaknya memperbaiki diri dan memantaskan diri.

Sosok yang sempurna sudah melekat pada Gurutta. Bagaimana tidak, ia sudah menjawab 4 dari 5 pertanyaan. Namun, pertanyaan kelima justru hadir dari sosok ulama yang masyhur ini. Tere memang cerdik, berhasil mematahkan kesan sempurna seorang manusia yang bernama Ahmad Karaeng. Tidak tanggung-tanggung, pertanyaannya di jawab oleh kelasi yang tak lain Ambo Uleng. “ya Rabb, anak muda ini telah memberikan jawaban padanya”.