Saturday, 21 November 2015

Totalitas Perjuangan


Totalitas Perjuangan
 
 
 
Mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan
Setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah akan memberi saksi pengorbanan
.........
Allah adalah tujuan kami Rasulullah teladan kami
Al-Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

Ikhwah fillah, dalam mengarungi samudera dakwah ini, satu hal yang pasti adalah banyaknya ujian dan cobaan yang seakan tidak akan pernah berhenti mengiringi setiap jejak langkah ini. Ada juga bisikan-bisikan, yang mengajak kita berhenti dan mundur dari jalan ini atau bahkan berbalik menyerang jalan dakwah ini.
Seperti inilah dakwah. Inilah yang dahulu dirasakan juga oleh Rasulullah dan para sahabatnya di masa-masa awal kedatangan Islam. Penyiksaan. Pembunuhan. Boikot. Cacian dan makian. Setiap hari setiap kali mengiringi jalan dakwah Islam.
Namun, itu semua tidak membuat langkah terhenti, tidak membuat berbalik dan memilih untuk kembali, meski mereka disiksa, meski keluarga mereka dibunuh di hadapan mereka, meski mereka harus mengalami cacian, hujatan, dan fitnah yang menyiksa batin, mereka tetap berada dalam dakwah Islam.
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari awal dakwah Rasulullah, sehingga melahirkan totalitas yang tinggi dalam dakwahnya dan membuat para sahabat memiliki totalitas yang sama dalam mempertahankan agama dan keyakinannya.
Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan.
Inilah yang dilakukan oleh Muhammad Saw sebelum beliau diutus oleh Allah, dan oleh Nabi-Nabi sebelum beliau, yakni tahannuts atau melakukan penyendirian, merenung dan memikirkan permasalahan di sekitar atau di lingkungan mereka. Proses perenungan ini yang kemudian melahirkan kepekaan yang tinggi dan semangat untuk mengubah keadaan suatu kaum. Proses ini juga melahirkan kekuatan ruhiyah yang tinggi yang dibutuhkan setiap aktivis dakwah dalam agenda-agenda dakwah dan tarbiyahnya.
Ya! Inilah hakikat dakwah itu sendiri, yaitu memperbaiki diri dan umat. Untuk itu kita harus melakukan proses perenungan terhadap berbagai masalah umat ini, mulai dari masalah anak-anak sampai dewasa dan orang tua, tergantung lahan dakwah masing-masing.
Lihatlah kondisi lingkungan kita, di masyarakat atau tetangga misalnya, banyak remaja pengangguran, perokok, peminum, kekerasan rumah tangga, dll, lihatlah mereka sebagai kesempatan untuk mendapat banyak pahala, bukan halangan atau ancaman. Karena mereka adalah mad’u kita di masyarakat, kantong-kantong pahala kita di akhirat.
Melanjutkan generasi dan kaderisasi sebelumnya
Seorang akh ditanya tentang totalitas, apa yang membuat dirinya bisa total dalam dakwah. Kemudian, jawabnya adalah karena saya adalah produk kaderisasi dakwah ini, maka saya juga harus melanjutkan kaderisasi dakwah ini.
Keinginan untuk melanjutkan cita-cita dan visi generasi sebelumnya adalah tabiat dan jalan dakwah yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul.
Kita tentunya pernah mendapatkan atau melalui proses ini, saat sekolah, kuliah bahkan saat kerja dan menjelang pensiun pun, kita tentu mendapatkannya. Dakwah adalah proses perbaikan secara terus menerus, sambung menyambung dari berbagai generasi, jika satu rantai terputus, akan sulit untuk mencapai cita-cita dakwah ini. Maka diperlukan regenerasi. Dan saat inilah, kitalah yang akan menyambungnya, menjadi bagian dari alur kemenangan dakwah ini.
Menciptakan lingkungan pendukung sebagai perisai dakwah
Abu Bakar Ash-Shidiq, Abdurrahman bin auf, bilal bin rabah, Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thalib, dan sahabat-sahabat lainnya di masa awal dakwah Islam menjadi pendukung dan perisai terbaik dalam dakwah Islam di masa itu. Berbagai karakter, keahlian dan kekuatan mereka telah mampu menyebarkan dan memberikan kekuatan dalam dakwah Islam.
Dakwah di era sekarang pun, kita harus memiliki lingkungan atau teman yang saling menguatkan, dengan karakter-karakter yang berbeda.
Ketika kita butuh semangat untuk menghafal Qur’an, maka kita butuh seorang teman penghafal Qur’an. Ketika kita butuh semangat dalam dakwah ini, maka perbanyaklah teman yang memiliki semangat yang tinggi dalam agenda-agenda dakwah ini. Teman yang tidak hanya kuat secara ruhiyah tetapi juga secara jasadiyah. Kita butuh perisai dan pendukung agar dakwah ini mampu menyebar dan menghasilkan manusia-manusia yang Islam tersemai kuat di hatinya. Dan sebaik-baik pelindung adalah Allah swt.

Mari perbaharui ruhiyah kita, dan lihatlah kondisi sekitar kita. Siapa yang akan memperbaikinya? Jawabannya adalah KITA!
Karena kita adalah dai sebelum menjadi apapun!
Karena kita adalah umat terbaik di setiap lembar kehidupan!
Karena kita adalah pemain bukan penonton!
Dan karena kita berada dalam rombongan para pejuang!
Dakwah tak anak mati, tapi kita akan mati
Kita akan mati sebagai pengemban Dakwah atau Mati sebagai beban bagi Dakwah?
Bergerak, dan terus bergerak, untuk kebangkitan Dakwah

Friday, 9 October 2015

Ceritaku dengan ROHIS



Aku dan ROHIS SMA N Kerjo

Assalamualaikum wr. wb



Bingung mau mulai dari mana cerita ini, tapi pertama-tama perkenalkan namaku Iqbal Raya Fareza untuk penjelasan nama lebih lengkap lagi bisa dibaca di artikel kemarin-kemarin yang ku poskan :D . Nah kita mulai saja kalau gitu Aku dan ROHIS SMA N Kerjo.
 
Innsya Allah cerita ini di mulai saat aku masih kelas 10 SMA di SMA N Kerjo tahun 2012. Awal mula kenal nama ROHIS mungkin itu dimulai pada saat Open Recruitment pada waktu kalau gak salah Ramadhan 2012, tapi dari situ ceritaku ikut dengan ROHIS belum  dimulai. Waktu Open Recruitment itu gak ada niat sedikitpun untuk ikut dengan ROHIS walau waktu itu kegiatan ROHIS di jelaskan kalau kegiatannya menarik tapi tetap pendirian gak mau ikut. Waktu mulai berjalan mungkin tepatnya setelah lebaran kegiatan pelajaran secara normal mulai berlangsung, dan kegiatan Pramukapun aktif kembali. Nah singkat cerita waktu itu kegiatan pramuka itu di hari Jumat kira-kira mulainya jam 14.00 atau tepatnya setelah acara ROHIS. Waktu itu dengan niat mau menghemat pengeluaran setelah sholat Jumat di Masjid At- Taqwa SMA N Kerjo aku memutuskan istirahat di sana sambil menanti kegiatan Pramuka nanti. Waktu setelah Jumatan itu bersama Aby Gunawan teman satu bangku di kelas x.3 yang pada kelas duanya nanti dialah yang menjadi wakil ketua ROHIS SMA N Kerjo angkatan 2013/2014. Waktu itu saat kegiatan ROHIS dimulai aku masih duduk di belakang serambi Ikhwan, nah waktu itu Abylah yang mengajak aku ikut ROHIS awal-awalnya waktu itu sedikit bingung acara apa ini tau kalau ini acara ROHIS ada niatan untuk keluar gak mau ikut dengan ROHIS, “baiklah hari ini aku ikut gak apa-apa tapi minggu depan aku gak akan ikut lagi” itu adalah apa yang ada dibenakku. Pada waktu itu ada beberapa anak kelas 10 yang hadir, dan yang kuingat dan bertahan sampai lulus itu ada Aby dan Aldino itu yang kuingat (yang lain maaf aku hanya ingkat itu saja). Beberapa hari berselang ada pemberitahuan yang di sampaikan mas MTQ (Muhammad Taufiq Qodri) “bagi nama yang saya sebutkan dibawah ini harap sepulang sekolah berkumpul di Masjid At Taqwa SMA N Kerjo ......, ......, .....,” dibenakku mungkin itu panggilan untuk anak kelas 10 yang ikut kegiatan ROHIS kemarin, nah benerkan namaku kuja dipanggil. Dalam benakku mau ngapain dipanggil segala. Sepulang sekolah ada niatan untuk gak ikut lebih baik pulang, tapi ada ajakkan dari Aby untuk ikut perkumpulan itu. Nah di perkumpulan itu yang tak sampai 15 menittan di jelaskan oleh mas MTQ kalau kita itu yang dipanggil tadi adalah generasi masa depannya ROHIS. Jumat depan waktu itu walau gak niat ikut ROHIS tapi aku coba ikut dulu nah kalau gak salah waktu itu juga ada pengumuman kalau minggu depan ROHIS SMA N Kerjo akan mengadakan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban), waktu itu ada iuran Rp 2000 untuk iuran LPJ nah hal lucunya awalannya gak mau iuran tapi kerena semua iuran aku juga ikut iuran. Jumat depannya LPJ ROHIS, yang ku pikirkan saat itu adalah setelah LPJ ROHIS aku mungkin gak ikut kegitan ROHIS lagi, nah setelah LPJ ROHIS waktu itu adalah pemilihan ketua ROHIS dan yang menjadi ketua dan wakil ketua ROHIS SMA N Kerjo 2012/2013 adalah Trisna Maulana dan Fajar Avani. Berinjak ke beberapa minggu kemudian kejadian ini sebenrannya aku lupa tepatnya kapan antara sebelum pelantikan atau setelah pelantikan, kejadiannya waktu itu awalan jadi ketua Trisna menunjuk aku sebagai MC tapi waktu itu aku bilang belom siap dan yang jadi MC adalah Aby itulah kejadiannya simple tapi masih teringat dalam benakku diawal kepemimpinan Trisna. Berinjak ke acara pelantikan ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014, yang ku ingat dari acara itu adalah sesi 2 setelah acara pelantikan acara waktu itu adalah pengumpulan per Divisi dan aku berada di Divisi MEDIS (Media Islam) tapi sebenranya pada awalannya itu aku lebih berminat pengen ke Divisi Enterpreneur (Kewirausahaan) mingkin berminat kesitu adalah kelihatannya seru, tapi balik lagi pas kumpul perDivisi itu di MEDIS ada 3 ikhwan yang kelas 10 Cuma aku sendiri dan yang lainnya kelas 11 kesannya mungkin ini adalah balasan oleh Allah karena kemarin-kemarin aku menjalani ROHIS setengah-setengah. Nah yang tak terlupakan dari waktu itu adalah dari Divisi Medis pulang paling akhir dan mendapat bonus kehujanan, kehujanan dari Kerjo sampai Jenawi yang pasti basah kuyup. Nah depertemuan ROHIS berikutnya aku mulai nyaman di ROHIS. Di ROHIS kelas sendiri aku mempunyai sifat buruk setiap kali ada kegiatan ROHIS yang kelihatannya besar aku tak pernah ikut contohnya seperti LDK(Dauroh), lotisan, Outbond, dan futsal alasan gak ikut karena males (untuk yang baca jangan ditiru ya). Dan cerita suka kepada kepala bidang Medis (tak perlu diceritakan karena hal itu salah dan jangan di ikuti). Berlanjut ke perjalanan ROHIS kelas 11 SMA, cerita kita mulai dari awalan masuk kelas 11 kenapa dari awal situ sebenarnya saya pernah menjadi seorang anak IPS selama 1 hari tapi pada keesokan harinya saya memilih untuk pindah ke IPA kenapa pilih pindah alasannya karena bila ada di IPS saya takut bila saya tidak bisa istiqomah lagi di ROHIS terlebih IPS yang saya tempati itu sungguh luar biasa. Mungkin niatan dari situlah kenapa saya bisa pindah ke IPA, di IPA awalannya saya harus mencari bangku sendiri tapi untunglah waktu itu saya di bantu oleh Muhammad Dicky Pratama (yang nantinya menjadi ketua ROHIS 2013/2014) nah kenapa dia membantu padahal selama di ROHIS kami jarang menyapa mungkin baru dari sini kita mulai menyapa mungkin rasa solidaritas sesama anggota ROHIS. Kita mulai dari Open Recruitment 2013 waktu itu mungkin adalah sebuah ujian bagi saya apa saya masih ada niat di ROHIS atau tidak, karena apa pada waktu itu semua teman angkatan ROHIS kelas 11 mendapatkan posisi di kepanitiaan waktu itu entah jadi dokumentasi, Tilawah, Mc, Ketua Panitia tapi saya yang tidak medapat posisi tapi pada akhirnya saya memilih bertahan dan malam sebelum Open Recruitment itu adalah saya pertama kali merasakan tidur di SMA N Kerjo ajakn tidur di SMA tersendiri itu dari Dicky yang mengajak dan ajakan dari ROHIS kelas 12 ajakan untuk ikut Mabit keesokan harinya Open Recruitment berjalan dengan lancar walau bantuan saya tak begitu besar tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Berlanjut ke LPJ kepengurusan ROHIS SMA N Kerjo 2012/2013, LPJ berjalan lancar dan berlanjut kepemilihan ketua ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014 dari kurang lebih 9 ikhwan ROHIS kelas 11 muncul 2 kanidat ketua ROHIS yaitu Dicky dan Aby 2 orang teman yang ku kenal, berbicara sedikit tentang Aby sebenarnya waktu kelas 10 aku sangat iri kepada dia karena dia itu seperti di anak emaskan pada waktu itu, kembali kepemilihan ketua dan akhirnya yang menjadi ketua dan wakil ketua ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014 adalah Dicky sebagai ketua dan Aby sebagai wakil. Setelah Pemilihan adalah Pelantikan tapi jarak antara pemilihan dan pelantikan cukup jauh alasannya tidak bisa saya beritahu. Pelantikan ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014 di pelantikan kali ini saya emang tidak menjadi pengurus tapi saya cukup bangga tidak menjadi pengurus kenapa karena seorang pengurus itu belum tentu lebih baik dari anggotanya, saya lebih suka berbuat banyak di Medis lewat jadi anggota dan belom tentu nama yang terpampang di papan pengurus itu mereka bisa terus ingat dengan ROHIS. Di kelas 11 ini aku mulai memperbaiki diri dari yang dulu jarang aktif di kegiatan besar ROHIS tapi sekarang aku mulai aktif. Singkat cerita aku akan lebih bercita tentang beberapa hal yang menurutku masih selalu teringat salah satunya adalah pembuatan buletin Februari pada waktu itu di untuk membuat buletin sendiri walau belum bisa tercetak tapi pengorbanan untuk membuat mencetak buletin itu sangat besar aku dan Dicky sendiri harus menempuh Kerjo-Jambangan-Kerjo-Karanganyar-Kerjo walaupun hasilnya nihil tapi perjuangan itu selalu kuingat dan keesokan harinya 14 Februari Valentine berhasil dicegah dengan hujan abu gunung kelud. Yang berikutnya yang masih terkenang adalah saat IHSD (International Hijab Solidarity Day) 4 September, kenapa selalu teringat karena waktu pemasangan malam hari itu yang membuat terkenang karena malam itu aku bersama mas Nanang (Ketua ROHIS kalau gak salah 2010/2011) malam-malam setelah memasang mmt IHSD ternyata sepeda mas Nanang kehabisan bensin dan pada malam hari harus mendorong sepeda di sekitar alas karet dan di dekat kuburan sungguh pengalaman yang masih teringat rasanya. Pada tahun itu juga aku mulai hal-hal baru mulai ku jalankan seperti sebagai admin blog milik ROHIS SMA N Kerjo www.rohissmanegerikerjo.blogspot.com ada yang menarik dari menguploadan artikel di blog itu yang menarik itu adalah aku tak pernah mengunakan Modem tapi aku lebih menggunakan wifi gratisan (cari hemat). Kalau di bilang masa itu adalah yang paling berjasa dalam membantu adalah leptop milik ku ini kenapa? Karena semua pendukung media yang ada di ROHIS biasanya di dukung lewat leptop ini dari desain buletin dan lain-lain yang menarik dari leptop ini adalah dulu awalan beli leptop ini aku sering sekali dalam doaku kepada Allah aku meminta leptop agar memudahkan ROHIS suatua saat nanti jadi yang baca ini kalau minta sesuatu itu mintalah kepada Allah dengan tulus ikhlas. Nah di ROHIS sendiri aku lebih  sering di suruh bikin vidio dari vidiio profil atau vidio apa (vidio hasil yangku buat bisa di lihat di youtube.com share saja ROHIS SMA N Kerjo) tapi impian dari membuat vidio ini sendiri adalah ROHIS berani membuat vidio pendek (minimal 5 Menit) yang mempunyai sebuah airti sendiri keinginan buat vidio sendiri hadir setelah Stady Banding ROHIS SMA N Kerjo ke JS UGM tapi sayangnya hal itu belum kesampaian karena periode kepengurusan yang sudah berakhir (semoga yang baca ini berani buat itu). Akhir pengurusan ROHIS SMA N Kerjo 2013/2014 diakhiri dengan LPJ dan pemilihan ketua ROHIS SMA N Kerjo 2014/2015 untuk pemilihan kedua ini saya tak bisa komen. Mungkin ini akhir cerita singkat ini “Aku dan ROHIS SMA N Kerjo” lain kali akan ku sambung dengan tambahan cerita setelah aku masuk kelas 12 SMA dan ROHIS. Alasanku sendiri kenapa tulis cerita ini adalah Cuma mengingatkan kepada adik-adik ROHIS yang baca ini agar kalian terus bersemangat melanjutkan perjuangan ini entah itu kalian dalam posisi Pengurus Harian atau anggota karena apa kadang-kadang masa-masa setelah lulus SMA dan bergabung dengan KARISMANKER (Kesatuan Alumni ROHIS SMA N Kerjoo) memang mendapat petualangan baru dalam berdakwah tapi aku sendiri masih merindukan hari jumat setelah jumatan ikut kajian ROHIS ada sambutan ketua dari Dicky dan aku juga merindukan masa-masa di ROHIS dulu untuk adik-adik jangan sia-siakan masa ROHIS kalian karena masa itu akan selalu kalian kenang sampai kapanpun itu. #AkuAnakROHIS
ROHIS!!!!... Dimanapun kita tetap Allahuhuakbar!!!!...